𝗠𝗔𝗟𝗨𝗞𝗨 𝗨𝗧𝗔𝗥𝗔 𝗣𝗥𝗢𝗩𝗜𝗦𝗜 𝗣𝗔𝗟𝗜𝗡𝗚 𝗕𝗔𝗛𝗔𝗚𝗜𝗔 𝗗𝗜 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔
Sejak tahun 2014, Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan pengukuran tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia melalui Survei Tingkat Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali.
Namun perlu diingat, Kebahagiaan adalah kondisi jiwa yang ada di dalam pikiran (state of mind), sehingga tidak dapat diukur memakai kategori umum. Setiap individu, negara, atau daerah memiliki standar kebahagiaannya sendiri.
“Kebahagiaan itu tak bisa dipisahkan dengan unsur-unsur non-ekonomis seperti agama, lingkungan, kedekatan dengan keluarga,” ujar Hatib Abdul Kadir, antropolog Universitas Brawijaya.
Pengukuran indeks kebahagiaan di Indonesia terdiri dari 3 indikator yakni :
- Kepuasan hidup (life satisfaction) baik personal maupun sosial
- Perasaan (affect)
- Makna hidup (eudaimonia)
Terminologi kebahagiaan sendiri lebih dipilih oleh karena konstruk instrumen survei didasarkan pada kondisi objektif dan tingkat kesejahteraan subjektif. Adapun indeks kebahagiaan nasional ialah sebesar 71,49 dari skala 100.
𝙈𝘼𝙇𝙐𝙆𝙐 𝙐𝙏𝘼𝙍𝘼 𝙎𝙀𝙇𝘼𝙇𝙐 𝙈𝙀𝙉𝙅𝘼𝘿𝙄 𝙋𝙍𝙊𝙑𝙄𝙎𝙄 𝙋𝘼𝙇𝙄𝙉𝙂 𝘽𝘼𝙃𝘼𝙂𝙄𝘼
Maluku Utara berhasil jadi provinsi paling bahagia di Indonesia dengan raihan skor indeks sebesar 76,34 pada tahun 2021 . Maluku Utara berhasil mempertahankan predikat provinsi paling bahagia, setelah pada periode sebelumnya yakni tahun 2017.
Posisi ke-2 diraih oleh Provinsi Kalimantan Utara dengan indeks kebahagiaan sebesar 76,33 dan Maluku menempati posisi ke-3 dengan indeks kebahagiaan sebesar 76,28..
𝙏𝙊𝙇𝙀𝙍𝘼𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙎𝘼𝙇𝙄𝙉𝙂 𝙈𝙀𝙉𝙂𝙃𝘼𝙍𝙂𝘼𝙄
Meskipun menjadi salah satu provinsi dengan tingkat produk domestik bruto regional (PDRB) yang cukup rendah, nyatanya Maluku Utara menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan penduduk tidak selalu linear dengan sektor ekonomi, hubungan sosial dan makna hidup sangat menonjol di Maluku Utara.
Penduduk Maluku Utara yakin bahwa diri mereka lebih berharga daripada hal yang lain, sehingga pengukuran tingkat kesejahteraan tidak didasarkan oleh ukuran produk domestik bruto. Jika masyarakat merasa hidupnya berharga dan memperoleh dukungan dari komunitas di sekelilingnya, maka masyarakat tersebut akan memiliki indeks kebahagiaan yang tinggi.
𝙋𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉𝙂𝙂𝙐𝙍𝘼𝙉 𝙍𝙀𝙉𝘿𝘼𝙃
Hal ini diperkuat dengan tingkat pengangguran terbuka di Maluku Utara yang tergolong rendah yakni sebesar 4,98 persen pada Februari 2022, di bawah rata-rata nasional yakni sebesar 5,83 persen mengutip dari BPS.
𝘼𝙉𝙂𝙆𝘼 𝙆𝙀𝙈𝙄𝙎𝙆𝙄𝙉𝘼𝙉 𝙍𝙀𝙉𝘿𝘼𝙃
Maluku Utara juga tergolong provinsi dengan persentase penduduk miskin yang rendah yakni sebesar 6,38 persen per September 2021, menempatkannya di posisi ke-9 berdasarkan data BPS.
𝙆𝙀𝙎𝘼𝘿𝘼𝙍𝘼𝙉 𝙎𝙊𝙎𝙄𝘼𝙇
Kultur masyarakat di Maluku Utara cenderung egalitarian, terbuka, dan tidak terikat oleh aturan yang kaku menyebabkan warganya dapat berekspresi secara terbuka tanpa khawatir.
𝘼𝙉𝙂𝙆𝘼 𝙋𝙀𝙍𝘾𝙀𝙍𝘼𝙄𝘼𝙉 𝙍𝙀𝙉𝘿𝘼𝙃
Berdasarkan data BPS, angka talak dan perceraian di Maluku Utara dapat dikatakan cukup rendah yakni sebanyak 948 pasangan berdasarkan data termutakhir tahun 2016 . Raihan ini menempatkan Maluku Utara di posisi ke-8 provinsi dengan tingkat perceraian terendah di Indonesia.

Comments
Post a Comment